Pada tulisan Menggunakan Git Branch sebelumnya, saya telah menjelaskan beberapa perintah-perintah Git yang berhubungan dengan tips menggunakan branch pada Git kali ini. Di tulisan bagian kedua ini, saya akan mencoba menerangkan bagaimana menggunakan branch pada Git secara optimal. Anda dapat kembali ke tulisan bagian pertama jika anda kebingungan.

Developing menggunakan Branch pada Git

Branch Utama

Branch Utama pada Git

Pada umumnya repositori Git yang ideal memiliki 2 buah branch :

  • master – Branch yang menyimpan versi Stable dari aplikasi
  • develop – Branch yang menyimpan versi pengembangan dari aplikasi

Branch master adalah branch utama dimana branch tersebut merupakan versi Stable dari sebuah aplikasi. Sedangkan branch develop adalah branch yang digunakan untuk melakukan pengembangan-pengembangan aplikasi.

Branch master adalah branch default dari Git. Jadi teman-teman hanya perlu membuat branch develop yang di duplikasi dari master:

Branch Pendukung

Untuk mendukung kedua branch utama di atas, diperlukan branch yang akan membantu alur pengembangan dari kedua branch utama pada Git. Dan biasanya branch ini tidak memiliki umur yang panjang karena hanya bersifat sementara. Berikut ini adalah jenis-jenis branch pendukung :

  • Branch Fitur
  • Branch Rilis
  • Branch Fix (Bugfix)

Setiap dari branch ini memiliki peran tersendiri dalam mendukung branch utama. Yuk, mari kita bahas penggunaan branch-branch pendukung pada Git ini.

Catatan:

Branch pendukung ini hanya dibuat pada repositori lokal, bukan remote.

Branch Fitur

Sesuai dengan namanya, branch ini digunakan untuk mengembangkan fitur-fitur dalam aplikasi. Tujuan dari branch ini cukup jelas, yaitu membuat tahapan pengembangan fitur menjadi mandiri dan tidak mengganggu pengembangan utama, dalam hal ini branch develop.

Berikut ini beberapa panduan tips untuk branch fitur pada Git :

  • Harus duplikat dari branch develop
  • Akan di merge kembali ke branch develop
  • Tambahkan prefix fitur-* pada nama branch. Contoh: fitur-komentar, fitur-ajax, dll.

Berikut ini adalah contoh penggunaan branch fitur pada git:

  1. Buat branch fitur
  2. Lakukan perubahan
  3. Merge ke develop
  4. Hapus branch fitur

Branch Rilis

Branch rilis ini digunakan untuk mempersiapkan aplikasi yang akan rilis, sebut saja ini dalam status Release Candidate (RC). Branch di Git ini digunakan untuk melakukan tugas sebelum aplikasi di rilis seperti memperbaiki bug, building (Makefile, Capistrano, Gruntjs), dan menulis versi aplikasi sebelum di rilis. Biasanya branch ini dibuat setelah semua fitur-fitur aplikasi telah selesai di branch develop, dan telah siap rilis ke versi berikutnya. Silahkan lihat pada gambar di atas.

Berikut ini beberapa tips untuk branch rilis :

  • Harus duplikat dari branch develop
  • Akan di merge ke branch master dan develop
  • Tambahkan prefix rilis-* pada nama branch
  • Masukkan versi yang akan dirilis. Contoh: rilis-1.0.0, rilis-2.3, dll.

Contoh Penggunaan branch rilis :

  1. Buat branch rilis dari develop
  2. Tulis versi pada file
  3. Commit perubahan
  4. Merge ke master
  5. Tag versi 1.0.0
  6. Merge ke develop & hapus branch rilis

Branch Fix (Bugfix)

Branch Fix ini digunakan untuk memperbaiki bug-bug pada aplikasi. Branch Fix ini mirip-mirip dengan Branch Rilis karna branch ini dipersiapakan untuk rilis. Dan pada umumnya Branch Fix ini dibuat karena munculnya bug-bug yang bersifat penting, seperti ada celah keamanan, dan bug pada interface. Hadirnya branch fix ini tidak akan mengganggu kerja tim yang sedang mengerjakan pengembangan di develop. That’s why I love Git :p

Berikut tips untuk branch fix :

  • Harus duplikat dari branch master
  • Akan di merge ke branch master dan develop
  • Penamaan branch biasanya menggunakan kode issue. Contoh: hotfix-#1873

Contoh penggunaan branch fix :

  1. Buat branch fix untuk bug dengan kode #1234
  2. Sempurnakan bug dan commit
  3. Merge ke master
  4. Tag versi 1.0.1
  5. Merge branch fix-#1234 ke develop & hapus branch fix-#1234

Kesimpulan

Model seperti inilah yang selama ini saya gunakan dalam mengembangkan sebuah aplikasi web pada Git, dan (mungkin) beberapa developer di luar sana :p. Ketahuilah penggunaan Version Control System sangat bermanfaat dalam pengembangan aplikasi, terutama Git. Salah satu alasan saya menggunakan Git adalah karna dia dibuat oleh salah satu programmer legendaris di dunia, yaitu Linus Torvalds.

Untuk referensi panduan dalam membuat versi, silahkan cek Semantic Versioning.

Jurnal ini terinspirasi dari “A successful Git branching model” oleh Vincent Driessen, yang kemudian saya terjemahkan dan sedikit memodifikasi agar lebih jelas.

Jika ada tanggapan, kritik, saran, maupun pertanyaan tentang artikel ini, silahkan meninggalkan komentar anda. Silahkan menginput email anda pada form di bawah ini untuk menerima update jurnal terbaru dari saya. :)

Spread the Word

  • Ade Malsasa Akbar

    Tulisan ini bagus sekali, Kang. Rapi dan berkelas. Tata bahasa yang baik serta permen mata Crayon Syntax yang indah sangat pas. Saya suka. Terlebih, tulisan ini menambah wawasan saya soal branch. Terima kasih.

    • wah terima kasih terima kasih atas penghargaan-nya bang :)

      mari kita berjuang untuk IT Indonesia dengan memperbanyak referensi2 dalam bahasa Indonesia :)

      • Ade Malsasa Akbar

        Kutip: “mari kita berjuang untuk IT Indonesia dengan memperbanyak referensi2 dalam bahasa Indonesia :)”

        Persis, akur!